entah kepada tuhan aku berkirim surat
tentang lagu pembunuhan atau pemerkosaan
tentang ketelanjangan berpikir
tentang semesta adalah hidup dan waktu bertemu denganmu adalah 5 x setelah adzan
tentang pengasingan
agama
simbol
petuah
atau takdir
atau risau tak sempat kukubur
karena aku terlanjur terkubur
mungkin doaku tak kau dengar
atau kau pura-pura tak mendengar
aku ingin pulang dengan kain kafan dan sesajian
agar aku tak kelaparan
karena nafsu telah kau hancurkan
memulai hidup sesuai putaran
sebagai perpisahan pada bulan dan pertemuan pada matahari kembali kutitipkan pesan
aku kembali pulang...
sidoarjo, 25 febuari 2010
